Anak-anak TK Aisyah Ketanggungan saat tampil adu kreasi di Yogya Toserba SEMINAR PARENTING-Panitia Seminar Parenting memperingati Hari Ibu 2013 foto bersama dengan Yeni Priatnasari, Konselor RKI dan Murniawati (Sekretaris Redaksi MAHARTI) Agrowisata di Kawasan Pabrik Gula Jatibarang, Kabupaten Brebes #htmlcaption
Latest Post

Kado Cinta dari Pos WK

Written By majalahmaharti on Senin, 06 Mei 2013 | 06.09.00


Tantangan dakwah di Mesir begitu berat. Mereka sama-sama berjuang seperti kita, yang membedakan adalah keikhlasan dan komitmen untuk mendapatkan keridho an Alloh SWT.
–dr.Marijati—

dr.Marijati saat memberi kado kepada peserta.
Ahad, 5 Mei 2013 atau tiga hari pasca peringatan Hari Pendidikan Nasional, di tengah terik matahari, sedikitnya dua ratusan wanita bersua di Hotel Luas Indah, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Mereka bukan sedang nge-gosip atau ngrumpi tentang artis yang cerai  apalagi kasus Eyang Subur. Lalu?. Para Kartini itu sedang melakukan dialog peradaban sebagai bahan rancangan sebuah visi besar yaitu terciptanya peradaban yang elegan. Deru knalpot dari jalan Pantura Pemalang menjadi seperti iringan musik yang memompa semangat kaum wanita jilbaber ini. Mereka membicarakan tentang cinta. Cintanya kepada tanah air, cintanya kepada kaum perempuan, anak dan sumber daya alam negeri ini yang merintih kesakitan karean dikuras tanpa bertanggungjawab.

Tampak di tengah-tengah mereka seorang dokter sekaligus punggawa Bidang Perempuan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, dr, Marijati. Ia tidak sendirian, ikut mendampingi Dyah Woro selaku Sekretaris Bidang Perempuan DPW PKS Jawa Tengah. Sengatan matahari semakin terasa dan di sinilah mulai dibuka lembaran pemikiran, ide, gagasan serta mimpi visioner tentang peradaban dunia. Lembaran ini dimulai dengan kado istimewa dr Marijati yang baru saja melakukan kunjungan ke Mesir beberapa waktu lalu.  Kado istimewa itu adalah kunci kesukesan  kader dakwah di negara tersebut dalam mengambil hati rakyat Mesir. “Tantangan
 dakwah di Mesir begitu berat. Mereka sama-sama berjuang seperti kita, yang membedakan adalah keikhlasan dan komitmen untuk mendapatkan keridho an Alloh SWT,” demikian kata dr.Marijati. 

Lebih lanjut dr Marijati mengatakan, untuk bisa menjadi tiga besar maka harus  meluruskan niat, rapatkan barisan dan raih kemenangan. Yang menjadi keberhasilan dakwah adalah keyakinan bahwa ini adalah jalan Alloh dan masuk surga,” katanya. Mendapat kado istmewa tersebut, para aktivis wanita yang berasal dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Brebes, Pemalang, Tegal, tampak begitu antusias. Gelora semangat mereka begitu menggebu-gebu, keringat dan tangisan anak-anak yang mereka bawa ke dalam acara tersebut menjadi saksi abadi. Andaikan Raden Ajeng Kartini masih hidup maka ia akan bangga dengan sekelompok wanita ini. Wanita yang menangis bukan karena lapar atau kekuranan pangan, sandang dan papan, tetapi mereka menangisi ketika negeri ini harus menderita sepanjang masa. Bagaimanapun, ketika negeri menderita maka kaum perempuanlah yang paling merasakan penderitaan itu. [MAHARTI- Diolah dari Rilis POS WK)

Suradiyanto, Penjual Golden Java Vetiver Oil

Written By majalahmaharti on Minggu, 05 Mei 2013 | 10.45.00



 Akar wangi yang biasa diekstrak untuk diambil minyaknya mendapat julukan internasional Golden Java Vetiver Oil

OLEH YUSTIA HAPSARI-SEMARANG 
Mengemis dan meminta belas kasihan orang lain bisa menjadi sebuah alasan yang kuat bagi kaum papa, apalagi umur sudah sangat lanjut. Namun, tidak dengan Suradiyanto, lelaki usia 86 tahun, ini memilihh berjualan akar wangi. Usia lanjut membuat tangannya bergetar saat memasukan akar wangi ke dalam plastik putih. Lelaki tua ini biasa menjajakan barang dagangannya di emperan Supermarket Ada Siliwingai, Semarang, Jawa Tengah.

DOC. FOTO YUSTIA-MAHARTI
Menurut penuturannya, akar wangi tersebut ia beli dari Yogyakarta. Hebatnya, dia sendiri yang membawanya dari Gunung Kidul ke Kota Atlas, Semarang. Ia biasa menambah suplai akar wangi  dua pekan sekali. Dari hasil penjualan akar wangi, lelaki asal  Desa Parangan, Kecamatan Cemin, Gunung Kidul, Yogyakarta, ini berhasil mengantongi kurang lebih Rp 500 ribu dari modal Rp 400 ribu. Itu artinya, ia hanya mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu. Betapa tidak seimbangnya dengan cucuran keringat yang harus ia bayar. Namun semua itu terbayarkan olehnya karena berhasil menafkahi keluarganya dengan cucuran keringat sendiri, bukan dari mengemis apalagi korupsi.

Saat ditanya mengapa masih berjualan di usia tua? Lelaki sederhana ini menuturkan bahwa kondisi sehatlah yang mendorong ia tetap bekerja. “Mumpung masih sehat,” katanya. Sebelumnya, Suradiyanto pernah mengadu nasib dengan usaha kerupuk di daerah Kerobogan, Kota Semarang, sebelum akhirnya menekuni usaha akar wangi.  
DOC.YUSTIA-MAHARTI
Di Semarang, Suradiyanto biasa menginap di Pasar Bulu yang saat ini sedang direnovasi total. Semangat Suradiyanto memacu adrenalin saya untuk belajar lebih giat tentang bisnis, khususnya produk-produk alamiah. Akar wangi yang biasa diekstrak untuk diambil minyaknya mendapat julukan internasional Golden Java Vetiver Oil

Minyak ini memiliki aroma yang lembut dan halus karena mengandung senyawa kimia yang disebut vetiverol. Minyak akar wangi secara luas digunakan untuk pembuatan parfum, bahan kosmetik, pewangi sabun, dan obat-obatan, serta pembasmi, dan pencegah serangga. Indonesia sendiri memasok 60% kebutuhan minyak asiri dunia. Volume ekspor minyak akar wangi menduduki posisi kedua setelah minyak nilam. 

Di Kabupaten Pekalongan, akar wangi selama ini telah dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan kerajinan pintal/tenun akar wangi yang dikombinasikan dengan benang. Meski potensial, tetapi akar wangi belum umum dibudidayakan oleh masyarakat.  Sedangkan yang dijual Pak Di hanyalah akar wangi yang sudah kering dan aneka kerajinan tangan berbahan baku akar wangi yang digunakan untuk pengharum sekaligus hiasan ruangan. (Sumber: Wawancara Yustia- MAHARTI)

Arti Lagunya Lenka "Trouble is Friend"

Written By majalahmaharti on Jumat, 03 Mei 2013 | 10.16.00

Trouble he will find you no matter where you go, oh oh
No matter if you’re fast, no matter if you’re slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the mourn, oh oh
You’re fine for a while but you start to lose control
He’s there in the dark, he’s there in my heart
He waits in the wings, he’s gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don’t forget as you ease on down the road
He’s there in the dark, he’s there in my heart
He waits in the wings, he’s gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh
So don’t be alarmed if he takes you by the arm
I won’t let him win, but I’m a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Oh how I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave, I try
Oh oh, I try!
He’s there in the dark, he’s there in my heart
He waits in the wings, he’s gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh
So don’t be alarmed if he takes you by the arm
I won’t let him win, but I’m a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Ooo, oh ooo, ooo ahh

TRASNLATE
Kesulitan akan menemukan Anda di mana pun Anda pergi,
Tidak masalah jika Anda cepat, tidak peduli jika Anda lambat,
Mata badai ingin menangis di pagi hari,
Anda baik-baik saja untuk sementara tapi Anda mulai kehilangan kendali
Dia di sana dalam gelap, dia ada di sana dalam hatiku
Dia menunggu di sayap, dia harus memainkan peran
Masalahnya adalah teman, ya masalah adalah teman saya
Masalahnya adalah teman, tetapi masalah adalah musuh,
Dan tak peduli apa yang aku memberinya sepertinya dia selalu tumbuh, oh oh
Dia melihat apa yang saya lihat dan dia tahu apa yang saya tahu, oh oh
Jadi jangan lupa seperti yang Anda nyaman di bawah jalan saya
Dia di sana dalam gelap, dia ada di sana dalam hatiku
Dia menunggu di sayap, dia harus memainkan peran
Masalahnya adalah teman, ya masalah adalah teman saya
Jadi jangan khawatir jika ia membawa Anda dengan lengan
Aku membuka jendela, saya tergila-gila pada pesonanya
Masalahnya adalah teman, ya masalah adalah teman saya
Bagaimana Aku benci cara dia membuat saya merasa
Dan bagaimana aku mencoba untuk membuatnya meninggalkan
Aku mencoba, aku mencoba
Tapi dia ada di sana dalam gelap, dia ada di sana dalam hatiku
Dia menunggu di sayap, dia harus memainkan peran
Masalahnya adalah teman, ya masalah adalah teman saya
Jadi jangan khawatir jika ia membawa Anda dengan lengan
Aku membuka jendela, saya tergila-gila pada pesonanya
Masalahnya adalah teman, ya masalah adalah teman saya


Tahu Pletok, Rasanya Cetar Membahana

Written By majalahmaharti on Kamis, 02 Mei 2013 | 00.14.00


Cetes....cetes....cetes....
Penjual Tahu Pletok. NET
Gigitan caberawit sungguh terasa di lidah. Beberapa detik kemudian kita dibuat ngeplay usai mengigigit caberawit yang orang Tegal bilang mengkreng. Rasa pedas si caberawit tentu tidak sendirian, tetapi ada teman setianya yaitu tahu. Tahu ini bukan sembarang tahu, tapi tahu yang memiliki tekstur cukup berkarakter. Yah, tahu pletok namanya. Tahu pletok mudah kita temukan di daerah Tegal dan sekitarnya termasuk di Brebes, yang menjadi tetangga Tegal. Salah satu penjual tahu pletok ada di Jalan Raya Jatibarang, tepatnya sekira 2 kilometer dari Pabrik Gula Jatibarang.
Lalu apa yang membedakan tahu pletok dengan tahu cireng dan jenis tahu goreng lainnya?. Dari bentuknya saja tahu pletok cukup unik, yaitu segi empat yang dibelah menyilang.  Dan yang paling penting adalah rasanya. Tahu pletok rasanya cetar membahana badai. Mmmmm.....kaya Syahrini saja ya..Udeh deh, pokoknya cobain pasti ketagihan dan ngangeni. Sebetulnya kita bisa membuat tahu pletok sendiri karena resepnya cukup sederhan dan tidak ada yang ditutup-tutupi, semua terang benderang. Ingin tahu cara membuat tahu pletok silahkan klik saja Resep Tahu Pletok.
Uniknya lagi, tahu pletok ini masih bisa ditelusuri sejarahnya, siapa yang kali pertama membuat tahu pletok dan kisahnya seperti apa beberapa sumber menyebutkan bahwa tahu pletok kali pertama dibuat oleh Opa Liem beserta istri. Opa Liem lahir pada tahun 1925,  Opa Liem punya 8 anak dari istri pertamanya.
       Opa Liem membuat Tahu Randualas pada tahun 1956, saat anak ketiganya baru lahir, yaitu Wono Wiyoso, yang menjadi pengelola Tahu Randu Alas sekarang.  Selain membuka toko, Opa Liem juga mendirikan pabrik tahu di belakang rumah.  Nama Randualas diambil dari pohon Randu yang terletak di sebelah rumah Opa Liem. Opa Liem mempunyai banyak pegawai yang berkeliling menjual tahunya. Dari berjualan tahu keliling ini, banyak tahu aci yang  tidak terjual.  Lalu Opa Liem berpikir bagaimana untuk menjualnya kembali.
       Akhirnya Opa Liem mengakalinya. Tahu segitiga dibelah menjadi 4 bagian tanpa putus, diberi aci cair lalu digoreng kering. Itulah yang kemudian disebut dengan Tahu Pletok. Dinamakan tahu pletok karena pada saat penggorenganny berbunyi “pletok-pletok“. Setelah Opa Liem meninggal, pengelolaan diambil alih oleh anak ketiganya, yaitu Liem Git Tjo, atau Wono Wijoyo. Nah begitulah sedilit sejarah singkat tahu pletok. Anda penasaran? Ayo kunjungi Kota Tegal dan Brebes dan dapatkan sensasi tahu pletok. Beberapa titik yang bisa Anda temui di Brebes diantaranya, Kecamatan Jatibarang (dua kilometer dari Pabrik Gula Jatibarang), Pasar Ketanggungan (dua kilometer dari Toserba Yogya). Terus kalau di Tegal dimana?. Kalau di kota asalnya sih jangan ditanya hampir ditemukan di setiap sudut kota, mulai dari Terminal Tegal, Alun-alun Tegal, pusat perbelanjaan dan di pinggir jalan. Eit lupa, soal harga tahu pletok nih. Oh ya rata-rata tahu pletok dihargain sama penjual hanya Rp 2.000 per buah, murah bukan?. Ayo buruan. (Tim MAHARTI diolah dari berbagai sumber)

RESEP TAHU ACI (TAHU PLETOK)

Written By majalahmaharti on Rabu, 01 Mei 2013 | 23.50.00

Setelah lama sekali memendam rasa ingin mencoba resep tahu, akhirnya kemarin saya berhasil membuatnya sendiri. Alhamdulillah…
Tahu pletok
adalah tahu khas daerah Tegal. Sederhana saja sebetulnya, hanya tahu berbentuk segi empat dan kemudian di belah silan. Cocok untuk musim hujan seperti sekarang ini, tahu Pletok bisa menjadi teman minum teh Anda bersama keluarga.
Yuk kita coba….
Bahan :

  • 10 buah tahu kuning ukuran sedang berbentuk segi empat
  • tepung kanji atau tepung sagu
  • daun bawang / daun kucai iris tipis
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • merica bubuk
  • garam secukupnya
  • air es
Cara membuat :
  1. Belah tahu secara menyilang kemudian di pleteki sehingga berbentuk segi empat, sisihkan.
  2. campur tepung kanji, daun kucai, bawang putih, merica bubuk, dan garam. Uleni dengan air sampai adonan kental.
  3. Ambil sepotong tahu, kemudian campur dengan adonan bumbu, lalu goreng dalam minyak panas.
  4. Setelah kekuningan dan aci matang, angkat dan tiriskan minyaknya. Tahu pletok ini enak disantap saat hangat bersama dengan cabai rawit, kecap sambal, atau sambal kacang.
Sederhana bukan?
[sumber:http://jumblack.blogspot.com/]

Menginspirasi, Wanita Tuna Rungu Terima Penghargaan

Angkie Yudistia- Special award for inspiring women in ICT

Angkie.NET
Keterbatasan fisik tidak menghalangi sosok wanita yang satu ini untuk mengukir prestasi dan berguna bagi orang lain. Ia adalah Angkie Yudistia, CEO sekaligus founder Thisable Enterprise. Hebatnya lagi, wanita yang mengalami tunarungu sejak usia 10 tahun ini berhasil meraih gelar Master Bidang Komunikasi Pemasaran melalui program akselerasi. Subhanallah...Angkipun memiliki keepedulian sosialnya dan dari sinilah ia perusahaan yang didirikan bersama rekannya, terutama membantu orang yang memiliki keterbatasan fisik atau difable (Different Ability People).

Adiska Fardani- Inspiring women in ICT for creative media

Good food is good way to set a good mood
Adiska Fardani.NET
Itulah twits Adiska Fardani, satu dari enam wanita yang berhasil menyabet penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemeninfo) dalam ajang Kartini Next Generation Awards 2013. Wanita yang memiliki akun twitter @adiskaf ini terpilih menjadi Inspiriton Women untuk kategori kreatif media. Lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini terpilih karena berhasil menciptakan program NoLimit, yaitu penyedia layanan berbasis Web yang dipakai untuk memantau dan melihat respon publik terhadap merek, organisasi ataupun tokoh di jejaring sosial media.
NoLimit ini menciptakan sebuah tool yang bisa menganalisis secara detail semua aktivitas di jejaring sosial. Sebelumnya wanita berkerudung ini sempat ragu akan meraih penghargaan tersebut mengingat pesaingnya dianggap jauh lebih kuat. Namun, Adiska ternyata terpilih dan menerima penghargaan pada Senin (22/4/2013) malam di Hotel Bidakara, Jakarta.

Septi Peni Wulandani- Inspiring women in ICT for education

Septi Peni.NET
Ibu rumah tangga profesional, itulah yang layak disematkan kepada Septi Peni Wulandani, Inspiring Women in ICT for Education. Cara kerjanya cukup unik. Jam kerjanya antara jam tujuh pagi hingga dua sore dan itu dilakukan di rumah. Uniknya, Septi selama jam kerja tersebut menggunakan baju kerja layaknya kerja di sebuah perkantoran. Mantap bukan?. Setelah melewati jam dua, Septi berganti baju sebagaimana layaknya ibu rumah tangga untuk mendidik anak-anaknya dengan metode Jarimatika. Metode inilah yang kemudian mengantarkan Septi terpilih menjadi wanita inspirasi kategori pendidikan dari Kementerian Komunikasi Informatika. Subhanallah, ternyata betul Man Jadda Wa Jadda, siapa yang sungguh-sungguh maka dialah yang akan berhasil.

Stefanie Kurniadi- Inspiring women in ICT for enterpreneur
Stefani Kurniadi.NET
Kalau Anda sering berselancar di dunia maya, coba sekali-kali mampir di www.ceritaperut.com. Di web tersebut kita akan menemukan seputar dunia kuliner dan penghuni rumah maya ini adalah Stefanie Kurniadi, wanita yang terpilih menjadi wanita inspiratif dalam ajang Kartini Next Generation Awards 2013 untuk kategori enterpreneur. Demennya dengan kuliner ia ceritakan abis...bis...bis di rumah maya tersebut. Ia pun menerima penghargaan bersama Septi, Adiska dan wanita inspiratif lainnya.

Nila Tanzil- Inspiring women in ICT for community development

Siapa sangka, kepeduliannya terhadap minat baca ternyata mampu menghantarkan Nila Tanzil menjadi salah satu penerima penghargaan dari Kementerian Komunikasi Informatika dalam ajang Kartini Nex Generation Award 2013 untuk kategori community development. Subhanallah....!. Nila dianggap memiliki peran berarti bagi lahirnya taman bacaan di Indonesia yang dihimpun melalui jejaring sosial media. Kini, sudah ada 22 titik bacaan pelangi di Indonesia.



Aulia Halimatussadiyah- Special award for inspiring women in ICT

Anda doyan buku? Dan pernah membeli buka lewat online shop?. Pasti Anda pernah singgah di kutukutubuku.com. Di rumah maya inilah Aulia Halimatussadiyah mengembangkan usaha bisnisnya sampai akhirnya terpilih m
Aulia.NET
njadi Special Award for Inspiring Women dari Kementerian Komunikasi dan Informatika 2013. Tidak hanya itu, Aulia juga menjembatani para penulis yang ingin membukukan tulisannya. Aulia membuat satu rumah lagi yaitu di www.nulisbuku.com. Ambisi Aulia tidak berhenti sampai di sini, iapun mengembangkan kepakayan sayap bisnisnya di media online dengan membuat rumah maya yaitu salsabeelashop.com. [Tim MAHARTI-Diolah dari Berbagai Sumber]


JUMLAH PENGUNJUNG

INSPIRASI WANITA

PALING POPULER

 
MAJALAH MAHARTI : Informasi Iklan | Iklan Baris
Copyright © 2011. majalahmaharti.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger